Sistem circulatoria Struktur Anatomi Tubuh Ikan

Anatomi Tubuh Ikan 

D. Sistem Circulatoria
Sistem circulatoria adalah sistem peredaran darah ikan terdiri dari organ jantung, dan pembuluh darah, yaitu pembuluh darah arteri, dan pembuluh darah vena, pembuluh darah arteri, dan pembuluh darah kapiler. Darah ini berfungsi untuk mengedarkan makanan kepada sel-sel tubuh, membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh, membawa hormon dan enzim ke organ yang memerlukan pertukaran oksigen dan karbondioksida yang terjadi pada bagian semipermiabel yaitu pada pembuluh yang tedapat di bagian ingsang, selain itu juga terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen. Jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang akan oksigen dan berkadar CO2 yang cukup tinggi, volume darah pada tubuh ikan teleostei berkisar antara 1,5?3% dari bobot tubuh (Alam Ikan 1).
Digestoria, muscularia, sceleton, circulatoria, respiratoria, urogenitalia, organon visus, nerverum

Jantung pada ikan terletak pada ruang pericardial disebelah posterior insang.  Pada jantung ini terdapat dua ruang yaitu atrium (aurical) yang berdinding tipis dan ventricel yang berdinding tebal. Pada jantung terdapat ruang tambahan berdinding tipis yang disebut dengan sinus venosus, yang memiliki fungsi untuk menampung darah dari ductus cuveri dan vena hepatikus serta mengirimkannya ke atrium, antara sinus venosus dan atrium terdapat kutub sinuatral, darah kemudian dikirim ke ventrikel. Untuk mencegah darah itu masuk ventricel atau kembali lagi ke atrium dilakukan oleh kutub atrioven triculer, setelah ventrikel terdapat conus atrious.

Pada beberapa ikan terdapat organ yang dapat membentuk darah, seperti pada ikan embrio maupun dewasa pembuluh darah berperan dalam proses ini.  Pada ikan berahang, limpa terlihat dengan jelas, yang terbagi atas cortex (bagian luar) yang berwarna merah dan bagian modulla (bagian dalam) yang berwarna putih. Cortex membentuk eritrosit dan trombocit, sedangkan modullanya membentuk lymphocite sebagai pelebur eritrocyt, trombocyte dibentuk dalam ginjal mesonephros dan granulocyte yang berasal dari sub mucosa oesophagus, hati, gonad, dan ginjal mesonephros. Dibawah sub mucosa oesophagus chondrichytes terdapat suatu struktur yang disebut organ leydig yang bisa membentuk leucocyte, seandainya limpa dihilangkan, maka organ ini juga mampu membentuk erytrocyte (Alam Ikan 1).

Pembuluh darah arteri terbagi atas arteri branchial afferent yang membawa CO2 keluar dari jantung menuju insang dan arteri branchial efferent yang berfungsi membawa oksigen dari insang menuju ke jantung, dan pembuluh darah Jantung pada ikan terletak pada ruang pericardial disebelah posterior insang.  Pada jantung ini terdapat dua ruang yaitu atrium (aurical) yang berdinding tipis dan ventricel yang berdinding tebal.

Pada jantung terdapat ruang tambahan berdinding tipis yang disebut dengan sinus venosus, yang memiliki fungsi untuk menampung darah dari ductus cuveri dan vena hepatikus serta mengirimkannya ke atrium, antara sinus venosus dan atrium terdapat kutub sinuatral, darah kemudian dikirim ke ventrikel. Untuk mencegah darah itu masuk ventricel atau kembali lagi ke atrium dilakukan oleh kutub atrioven triculer, setelah ventrikel terdapat conus atrious.

Pada beberapa ikan terdapat organ yang dapat membentuk darah, seperti pada ikan embrio maupun dewasa pembuluh darah berperan dalam proses ini.  Pada ikan berahang, limpa terlihat dengan jelas, yang terbagi atas cortex (bagian luar) yang berwarna merah dan bagian modulla (bagian dalam) yang berwarna putih. Cortex membentuk eritrosit dan trombocit, sedangkan modullanya membentuk lymphocite sebagai pelebur eritrocyt, trombocyte dibentuk dalam ginjal mesonephros dan granulocyte yang berasal dari sub mucosa oesophagus, hati, gonad, dan ginjal mesonephros. Dibawah sub mucosa oesophagus chondrichytes terdapat suatu struktur yang disebut organ leydig yang bisa membentuk leucocyte, seandainya limpa dihilangkan, maka organ ini juga mampu membentuk erytrocyte (Alam Ikan 1).

Pembuluh darah arteri terbagi atas arteri branchial afferent yang membawa CO2 keluar dari jantung menuju insang dan arteri branchial efferent yang berfungsi membawa oksigen dari insang menuju ke jantung, dan pembuluh darah vena membawa O2 masuk ke jantung, dan pembuluh darah kapiler yang mengedarkannya keseluruh tubuh (Alam Ikan 1). Secara umum mekanisme peredaran darah adalah darah direduksi masuk ke jantung melalui ductus cuveri, lalu kesinus venosus dan atrium yang berfungsi sebagai penampung, kemudian darah dipompa dan mengalir ke truncus arteriosus, lalu ke conus arteriosus, kemudian ke aorta ventral. Dari aorta ventral sebelum masuk ke insang lewat arteri branchial afferent.

Di insang darah mengalami proses fisiologis dimana O2 diambil dari air secara difusi, dan CO2 dilepaskan ke air secara  difusi pula. Darah yang kaya O2 tersebut dari insang melewati arteri branchial efferent. Dari sini lewat aorta dorsal kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah cabang dan kapiler. Sesudah digunakan oksigennya lalu masuk ke jantung lagi lewat pembuluh darah vena. Oleh jantung dipompa kembali menuju insang, demikian seterusnya (Alam Ikan 1).

Sistem circulatoria (peredaran darah) terdiri dari jantung (yang merupakan pusat pemompaan darah) dan pembuluh darah. Pembuluh darah ini adalah vena (yang membawa darah menuju ke jantung), arteri (yang membawa darah dari jantung) dan kapiler (yang menghubungkan arteri dengan vena). 

Darah merupakan suatu cairan yang dinamakan plasma, tempat beberapa bahan terlarut dan tempat erythrocyte, leucocyte dan beberapa bahan tersuspensi. Sistem peredaran darah ikan disebut sistem peredaran darah tunggal (Alam Ikan 1).  

Jantung ikan terletak pada ruang pericardial di sebelah posterior dan terdiri dari dua ruang, yaitu atrium dan ventricle. Pada jantung terdapat ruang tambahan yang disebut sinus venosus yang berdinding tipis. 

Pada elasmobranchii, conus arteriosus sudah tereduksi menjadi suatu sruktur yang sangat kecil,  sedangkan bulbus arteriosus yang berdinding tebal menjadi bagian dari perluasan sebagian aorta ventral (Alam Ikan 1).

Dibawah ini adalah artikel lanjutan struktur anatomi tubuh ikan
A. Sistem digestoria 
B. Sistem muscularia
C. Sistem sceleton
D. Sistem circulatoria
E. Sistem respiratoria
F. Sistem urogenitalia
g. Organon Visus
h. Sistem nerverum

Explanation :
Alam Ikan 1 : Rahardjo, 1985

Sepandai - pandainya tupai melompat sesekali jatuh juga, Sepandai - pandainya seseorang sekali waktu ada salahnya pula. 
Semoga Bermanfaat


reff : http://www.alamikan.com/2012/11/struktur-anatomi-tubuh-ikan-sistem_41.html


Related video : Sistem circulatoria Struktur Anatomi Tubuh Ikan


Previous
Next Post »