Program WISMP Terlaksana, Kabupaten Simalungun Nomor 1 di Indonesia

Bupati Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik MM
Posted in Berita Utama by Redaksi on Juli 28th, 2010

pada Panen Raya padi di Kecamatan Panombeian Panei memberitahukan kepada Presiden RI Bapak Dr Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono hasil-hasil pertanian yang ada di Kabupaten Simalungun. (Foto doc SIB)
Pemkab Simalungun akan Terus Berupaya Mempertahankan Simalungun Salah Satu Lumbung Beras di Sumut
Simalungun (SIB)
Kabupaten Simalungun melaksanakan program WISMP (Water Resources and Irrigation Sector Management Project) yang dibiayai oleh Bank Dunia dan Uni Eropa untuk peningkatan kemampuan awal/pranata dalam pengelolaan irigasi, di mana program ini berjalan dalam tiga tahapan dari tahun 2006-2016. Kabupaten Simalungun dapat menjalankannya dengan baik sehingga menjadi nomor 1 di Indonesia, ungkap Sekdakab Simalungun Ir Marhum Sipayung MSi kepada SIB di rumah dinas Jalan Perintis Kemerdekaan P Siantar, Selasa (27/7).
Program WISMP meningkatkan penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat dan Pemda dalam mencapai peningkatan kinerja pengaturan dan perencanaan sektor sumber daya air dan irigasi. Peningkatan kemampuan manajemen dan pendanaan dari masyarakat petani pemakai air dan pemerintah terkait dalam menjaga keberlanjutan sektor sumberdaya air dan irigasi.
?Partisipasi sejumlah P3A/GP3A dalam pengembangan pengelolaan sistim irigasi partisipatif, dan tersedianya dana pengelolaan untuk meningkatkan kinerja sistim irigasi. Dan ditunjang dengan pengelolaan irigasi melalui penyempurnaan peraturan, kelembagaan, dan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia).
?Hal ini terbukti dengan berfungsinya kembali 19 DI (Daerah Irigasi) di Kabupaten Simalungun. Luas total dari 19 DI untuk 10.252 Ha lahan pertanian, 156 unit P3A, 8 Unit GP3A, dan 1 unit IP3A,? tegas Ir Marhum Sipayung MSi.
Adapun hasil dari pelaksanaan kegiatan WISMP dari tahun 2006-2009, antara lain, terbitnya Perda No 5 tahun 2008 tentang pengelolaan irigasi, surat keputusan Bupati No 188.45-229/Bppd tahun 2009 tentang redefenisi tugas kelembagaan pengelolaan irigasi, surat keputusan Bupati No 188.45/3611-Bppd tahun 2009 tentang komisi irigasi.
Terpilihnya tenaga pendamping masyarakat 19 orang dan kordinator TPM 1 orang yang memiliki kemampuan handal dalam proses pemberdayaan organisasi P3A/.GP3a/IP3A pada tingkat jaringan irigasi. Keterlibatan perkumpulan petani pemakai air dalam Survey Investigasi Desain (SID), pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O&P), rehabilitasi dan pengamanan jaringan irigasi.
Berfungsinya kembali kelembagaan 156 unit P3A, 8 Unit GP3A, dan 1 unit IP3A yang terbentuk pada tahun 1990-2001 pada daerah irigasi sasaran yang selama ini tidak lagi aktif baik dalam organisasi maupun dalam pengelolaan irigasi, terbentuk GP3A sebanyak 14 unit dan berbadan hukum melalui legasisasi oleh akte notaris atau keputusan Pengadilan Negeri Simalungun, serta meningkatnya kemampuan pengurus P3A/GP3A/IP3A dalam mengelola administrasi dan keungan organisasi, teknis irigasi, penyusunan program kerja, penyusunan rencana tanam dan penyediaan air dan pengumpulan dan pengelolaan luran pengelolaan irigasi. Petani telah memanfaatkan agen hayati untuk mengendalikan hama penyakit. Adanya pemahaman petani akan pola Sistym Rice of Intensification (SRI).
Program WISMP yang berjalan dengan baik di Kabupaten Simalungun memiliki dampak, antara lain, adanya peningkatan kesadaran perkumpulan petani pemakain air akan fungsi dan keberlanjutan sistim irigasi, hal ini terjadi karena adanya intervensi WISMP dalam meningkatkan kemampuan dan keterlibatannya dalam pengembangan dan pengelolaan sistim irigasi partisipatif, hal ini terjamin dari kemampuan mereka menyusun program kerja yang didasarkan pada kebutuhannya di wilayah kerjanya masing-masing.
Terselenggaranya organisasi perkumpulan petani pemakai air yang mandiri, demokratis dalam pemecahan masalah yang dihadapinya melalui bertukar pikiran, curah pendapat, serta membuat keputusan secara musyawatrah mufakat. Terwakilinya perkumpulan petani pemakai air dalam komisi irigasi Kabupaten Simalungun dengan penyampaian aspirasinya dalam penyusunan kebijakan pengembangan dan pengelolaan sistim irigasi.
Adanya payung hukum yang jelas bagi kelembagaan pengelolaan irigasi Kabupaten Simalungun (instansi terkait, perkumpulan petani pemakai air, komisi irigasi) untuk keberlanjutan dan fungsi jaringan irigasi. Tersedianya dana pengelolaan irigasi yang mencukupi tepat waktu, guna mewujudkan terselenggaranya pengelolaan irigasi secara optimal dan berkelanjutan.
Pengembangan dan pengelolaan sistim irigasi partisipatif, dapat membangkitkan kembali ?Haroan Bolon? atau gotong-royong, ?Panriahan Parmokkahan? (P3A/GP3A/IP3A) khususnya pemeliharaan jaringan irigasi telah dilaksanakan organisasi perkumpulan petani pemakai air yang mandiri, baik pada jaringan primer, sekunder, maupun tersier. Dengan pola Sistim Rice of intensification (SRI), pemanfaatan agen hayati dalam pengendalian dan penyakit serta pengurangan pemakaian pestisida, produksi padi meningkat, khususnya di daerah irigasi.
Berdasarkan pelaksanaan program WISMP di daerah yang ditunjuk, Kabupaten Simalungun (Sumut) terpilih sebagai nomor 1 dalam bidang pengelolaan irigasi (P3A/GP3A) di seluruh Indonesia, dengan nomor 2 dan 3, Kabupaten Toli-toli (Sulteng) dan Bantul (Jateng). Hal itu membuktikan bahwa Kabupaten Simalungun di bawah kepemimpinan Bupati Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik MM selama 5 tahun ini telah berusaha dan telah berhasil menggerakan petani pemakai air berperan aktif untuk mengelola dan memelihara penggunaan saluran-saluran irigasi, sehingga dapat memacu dan memajukan produktifitas-produktifitas padi dan ikan (Minapadi).
?Pemkab Simalungun akan terus berupaya mempertahankan Kabupaten simalungun merupakan salah satu lumbung beras di Sumut dalam rangka mempertahankan swasembada pangan. Dengan demikian, Pembkab Simalungun tetap akan berusaha meningkatkan partisipasi masyarakat petani untuk terlibat membangun sub-sub sektor pertanian secara menyeluruh, dan transparan sehingga pendapatan perkapita masyarakat akan terus meningkat diberbagai sektor, sekaligus berupaya dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik Good Govermence? kata Sekdakab Simalungun Ir Marhum Sipayung MSi. (BP/S1/s)

This entry was posted on Rabu, Juli 28th, 2010 at 03:58 and is filed under Berita Utama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.
Sumber: http://hariansib.com/


reff : http://perikanannews.blogspot.com/2010/08/program-wismp-terlaksana-kabupaten.html


Related video : Program WISMP Terlaksana, Kabupaten Simalungun Nomor 1 di Indonesia


Previous
Next Post »